Ringkasan Berita:
- Kondisi kesehatan balita AH di Ciamis membaik setelah didiagnosis menderita tuberkulosis paru, bukan gizi buruk.
- Dedi Mulyadi memberikan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan uang tunai kepada keluarga AH.
- Pemerintah Desa Kaso mengapresiasi bantuan nyata KDM yang juga direncanakan menyasar puluhan rumah warga lainnya.
- Kepala Desa Kaso berharap wilayah perbatasan tersebut mendapat perhatian lebih sebagai etalase terdepan Jawa Barat.
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
, CIAMIS– Kondisi kesehatan AH (3) balita asal Dusun Mekarjaya, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini berangsur membaik setelah sebelumnya menjadi perhatian publik karena diduga mengalami gizi buruk.
Tak hanya mendapat penanganan medis, keluarga AH juga memperoleh bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Saat ini, proses pembangunan rumah tersebut tengah dikerjakan oleh tim KDM.
Kepala Desa Kaso, Edi Kurniadi, membenarkan adanya bantuan perbaikan rumah bagi keluarga AH.
Namun, pihak desa tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran maupun teknis pelaksanaannya karena seluruh pengerjaan ditangani langsung oleh tim KDM.
"Iya benar, namun terkait jumlah dana bantuannya berapa atau hal teknis lainnya, kami tidak tahu. Karena semuanya dikerjakan oleh tim dari Bapak KDM," kata Edi saat dihubungi, Sabtu (3/10/2026).
Edi menjelaskan, rumah yang ditempati keluarga AH berdiri di atas tanah kas desa yang memang diperuntukkan sebagai kawasan permukiman warga.
Dengan demikian, pembangunan rumah tersebut dapat dilaksanakan sesuai peruntukannya.
Atas bantuan tersebut, Pemerintah Desa Kaso menyampaikan apresiasi kepada Dedi Mulyadi.
Menurut Edi, perhatian yang diberikan kepada warganya menjadi bentuk kepedulian nyata yang membawa harapan bagi keluarga AH.
"Atas nama Pemerintah Desa Kaso dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KDM atas kepedulian dan bantuan riil yang diberikan kepada warga kami. Ini bukan hanya sebuah bantuan, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Desa Kaso," ungkapnya.
Bantuan perbaikan rumah dari KDM di Desa Kaso pun disebut tidak hanya menyasar keluarga AH.
Edi menyebut, terdapat rencana bantuan Rutilahu untuk puluhan rumah lainnya yang tersebar di sejumlah dusun di desa tersebut.
"Alhamdulillah, dan katanya rencananya ada bantuan lagi dari KDM untuk Rutilahu tersebut, ada sekitar 30 lebih kalau tidak salah, nanti tersebar di Desa Kaso," ucap Edi.
Di sisi lain, Edi turut meluruskan informasi mengenai kondisi kesehatan AH yang sebelumnya ramai diberitakan dan beredar di media sosial sebagai balita yang diduga mengalami gizi buruk.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di Bandung, AH diketahui mengalami penyakit tuberkulosis (TB) paru.
Pemerintah desa pun meminta agar informasi mengenai kondisi balita tersebut dipahami berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
"Kami ingin meluruskan dan mengklarifikasi bahwa kondisi yang dialami balita tersebut bukan disebabkan oleh gizi buruk, melainkan adanya penyakit TB paru setelah dilakukan pemeriksaan medis di Bandung," terangnya.
Menurut Edi, kondisi AH saat ini menunjukkan perkembangan positif. Balita berusia tiga tahun tersebut sudah dapat beraktivitas seperti biasa, sementara berat badannya terus mengalami peningkatan.
"Alhamdulillah, kondisi balita saat ini sehat dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Berat badannya terus mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sektor kesehatan, kondisi perekonomian keluarganya pun kini berangsur membaik berkat perhatian dan pendampingan yang intensif dari berbagai pihak," tegasnya.
Sebelumnya, KDM melalui timnya telah membawa AH untuk menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Welas Asih, Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga AH juga menerima bantuan uang sebesar Rp 10 juta.
Edi berharap perhatian terhadap warga Desa Kaso dapat terus berlanjut, mengingat wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Ia ingin Desa Kaso tidak lagi dipandang sebagai wilayah paling ujung di Jawa Barat, tetapi justru menjadi wajah terdepan yang mencerminkan perhatian dan pembangunan pemerintah kepada masyarakat.
"Desa Kaso ini merupakan wilayah perbatasan. Kami berharap ke depannya Desa Kaso tidak lagi dipandang sebagai ujungnya Jawa Barat, melainkan jadikanlah Desa Kaso ini sebagai muka atau etalase terdepan Jawa Barat," tandasnya.(*)
Posting Komentar untuk "Dedi Mulyadi turun tangan, rumah keluarga AH balita gizi buruk di Ciamis kini diperbaiki"